Slider

Referensi Bacaan

kajian

Buletin

Informasi

Hikmah

Ibrah

Dokumentasi

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw, beliau bersabda: “ Ada tujuh kelompok yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya yaitu: Pemimpin yang adil, remaja yang senantiasa beribadah kepada Allah ta’alaa, seseorang yang senantiasa hatinya dipertautkan dengan masjid, dua orang yang saling cinta mencintai karena Allah dimana keduanya berkumpul dan berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh wanita bangsawan lagi rupawan, lalu menjawab: “sesungguhnya saya takut kepada Allah”, seseorang yang mengeluarkan shadakah kemudian ia merahasiakannya sampai-sampai tangan kiri tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya, dan seseorang yang berdzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian kedua matanya meneteskan air mata”. (HR.Bukhari dan Muslim).
Masjid Tanbihul Anam didirikan semenjak ibu dan bapak kami masih kecil. Adapun tahun pembuatannya setelah kami konfirmasi langsung, jawabannya masih simpang siur. "Anu nyaho mah kolot baheula... ti baheula na geh masjid iyeu mah enggeus aya... " (yang tahu kapan didirikan hanya orang tua dulu.. dari dulu masjid ini sudah ada). Begitulah jawaban yang kami dapatkan.

Masjid ini sudah mengalami perpindahan atau pergeseran. Dulu, sebelum dibuat menggunakan tembok, masjid ini masih panggung (masih berdindingkan anyaman bambu dan memiliki umpak setinggi 30 cm. Seperti rumah-rumah sunda lainnya). Kini masjid ini sudah bergeser ke arah utara sedikit dan sudah menggunakan tembok dan keramik.

Masjid ini memiliki ciri khas tersendiri dan cukup unik. Hiasan dinding yang digunakan menggunakan hiasan dari pecahan kaca yang berwarna-warni di dinding luar dan dalam. Kayu-kayu yang digunakan masih menggunakan kayu yang lama, dan belum pernah diganti.  

Masjid ini masih menggunakan empat tiang sebagai penyangga dan kubah atas menggunakan model lama. Tiang penyangga menggunakan kayu nangka yang masih kokoh dan kuat. Tak hanya itu, corak dan bentuk kubahnya juga kecil, dan tidak menggunakan lambang bulan sabit dan bintang seperti kebanyakan masjid.

Kubah itu dipesan dari daerah jawa (entah jawa tengah atau jawa timur). Ada dua masjid yang saat ini masih menggunakan kubah model ini, yaitu di masjid Kubang - Paniis.

Adapun untuk pengingat waktu, masih menggunakan bedug dan kentongan sebagai pertanda masuk waktu shalat. Untuk kumandang adzan menggunakan TOA.




--- o0o ---